Pengukuran & Vektor
- Besaran pokok & turunan, satuan, angka penting
- Notasi & operasi vektor
- Ketidakpastian pengukuran
Mata Pelajaran Wajib SMA
Dari gerak dan gaya hingga fisika modern — disusun bertahap sesuai Capaian Pembelajaran terbaru, dengan pendekatan yang menekankan pemahaman konsep dan penalaran, bukan hafalan rumus.
Catatan penting soal struktur kelas. Berdasarkan Capaian Pembelajaran Fisika terbaru (SK Kepala BSKAP No. 046/H/KR/2025) yang mengikuti Permendikdasmen No. 12 & 13 Tahun 2025, Fisika sebagai mata pelajaran formal resmi diajarkan mulai Kelas XI (Fase F) — Kelas X (Fase E) berisi IPA terpadu.
Materi Kelas X di halaman ini kami susun sebagai fondasi pengantar — konsep dasar yang lazim diperkenalkan sekolah sebelum masuk ke Fisika formal di Kelas XI, mengikuti praktik yang masih banyak dipakai pada masa transisi kurikulum.
Materi per Kelas
4 kelompok topik pengantar sebelum masuk Fisika formal di Kelas XI.
5 kelompok materi inti Fisika Kelas XI.
5 kelompok materi inti Fisika Kelas XII.
Rangkuman ini disusun berdasarkan struktur kurikulum & Capaian Pembelajaran Fisika yang berlaku umum di sekolah Indonesia. Cakupan detail dapat sedikit berbeda antar sekolah tergantung fase transisi kurikulum yang diikuti — selalu sesuaikan dengan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dari sekolah masing-masing.
Pendekatan Kami
Mengikuti semangat Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025: mendorong murid tidak sekadar menghafal rumus, tetapi memahami konsep secara utuh dan mengaitkannya dengan gejala alam yang nyata.
Understanding
Menangkap konsep di balik rumus — misalnya, memahami mengapa benda yang lebih berat tidak selalu jatuh lebih cepat, bukan sekadar menghafal persamaan gerak jatuh bebas.
Applying
Menghubungkan konsep dengan gejala nyata — dari cara kerja rem kendaraan, pelangi, hingga kenapa kapal besi bisa mengapung.
Reflecting
Mengevaluasi cara berpikir sendiri — menyadari miskonsepsi umum tentang gaya dan gerak, lalu memperbaikinya berdasarkan penalaran dan bukti.
Program Logicus membantu siswa memahami konsep Fisika dari akar masalahnya — bukan sekadar mengejar nilai ujian.